Jersey Climachill Adidas Si Hitam Yang Adem

Gaya Hidup

Kaos yang berwarna hitam itu selalu identik dengan gerah karena diyakini warna tersebut akan mudah menyerap panas. Tetapi sekarang anggapan tersebut telah berakhir karena Adidas telah berhasil memutarbalikkan teori jika warna hitam itu tidak panas. Sebagai bagian dari masyarakat yang tinggal di negara tropis, dimana sebagian besar orang Indonesia itu pastinya sangat akrab dengan hawa panas dan juga kegerahan. Sudah menjadi consensus umum juag jika menggunakan baju hitam atau gelap disiang hari itu dijamin akan menyebabkan kegerahan atau kepanasan. Sebaliknya untuk mengurangi rasa gerah itu adalah dengan menggunakan baju berwarna putih atau terang yang dipilih untuk digunakan dihari hari terik karena memang sifat dari warna ini akan memantulkan sinar.

Tetapi kehadiran kaos atau baselayer dari lini Climachill besutan dari Adidas ini akan membuat siapa saja merasa heran. Mesk jersey Adidas ini berwarna hitam sehitam hitamnya dan gelap segelap segelapnya tetapi dijamin akan membuat tetap adem ketika digunakan dibadan. Climachill ini sendiri telah diluncurkan sejak tahun 2014 lalu. Tetapi pada saat itu Adidas merilisnya dalam warna yang terang yaitu kuning ataupun hijau muda. Tetapi ditahun 2015, Adidas merilis Climachill ini dengan warna hitam yang diklaim jusrtru akan lebih adem 36 % jika dibandingkan dengan pendahulunya, termasuk untuk climacool yang muncul lebih awal.

Jersey dari Adidas ini menggunakan teknologi utama berupa bulatan bulatan alumunium tiga dimensi. Dimana bulatan bulatan alumunium tersebut ditempatkan pada area punggung dan leher, dimana ini merupakan area tubuh yang paling panas. Nantinya bulatan bulatan tersebut dapat memberikan sensasi dingin, akan didapatkannya sensasi seperti mendapatkan hembusan AC pada punggung. Jika bulatan alumunium yang digunakannya dapat memberikan kesejukan pada tubuh, maka penggunaan teknologi benang flat SubZero yang digunakannya itu dapat memastikan panas tubuh dihantarkan keluara dengan baik. Benang yang digunakannya terbuat dari bahan titanium yang dapat memaksimalkan kontak dengan kulit.

Dengan menggunakan jersey Climachill ini, kamu tidak hanya akan mendapatkan hawa dingin dan terhindar dari panas tubuh saja, tetapi kamu juga akan mendapatkan kelembapan tubuh yang terkontrol dengan baik. Benang yang digunakannya itu dijalin menjadi kain dengan serat mikro yang berfungsi seperti layaknya sebuah jaring, dimana benang yang digunakannya itu dapat melepaskan hawa lembap dari badan dengan baik. Intinya jersey Climachill ini bisa “bernafas”, dimana kaos ini mudah menyerap keringat lalu melepaskannya dengan baik, dan dalam waktu yang bersamaan akan menyuplai udara sejuk ke kulit.

Menurut Dr Maarten Hupperets selaku Director Future Sport Science Adidas mengatakan jika manusia selalu berusaha untuk mempertahankan suhu inti tubuh yang stabil sekitar 37 derajat Celcius. Didalam responnya terhadap aktivitas olahraga, suhu inti tubuh ini nantinya dapat meningkat hingga 3 derahat celcius pada kondisi lingkungan yang hangat. Supaya suhu inti tubuh stabil tersebut bisa tetap bertahan, maka badan manusia ini akan selalu berupaya untuk melepaskan panas yang berlebihan. Jersey Climachill ini sendiri telah melalui proses pengujian yang ketat di ruang Clima termutakhir dengan suhu 122 derajat Fanrenheit/50 derajat Celcius untuk mencari jawaban yang sebaik mungkin untuk memfasilitasi pendinginan tubuh.

Teknologi yang digunakan jersey Climachill ini tidak perlu diragukan lagi, dimana teknologi yang digunakannya itu akan memegang peranan yang sangat penting dimasa depan  olahraga.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *